Prosedur Keberatan Atas Permohonan Informasi
- Kamis, 02 Januari 2025
- 1129
Syarat dan Prosedur Pengajuan Keberatan
| 1. |
Pemohon berhak mengajukan keberatan dalam hal ditemukannya alasan sebagai berikut: |
| |
a. |
Adanya penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian Informasi Publik; |
| |
b. |
Tidak disediakannya Informasi yang wajib diumumkan secara berkala; |
| |
c. |
Tidak ditanggapinya permintaan informasi |
| |
d. |
Permintaan Informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta; |
| |
e. |
Tidak dipenuhinya permintaan Informasi; |
| |
f. |
Pengenaan biaya yang tidak wajar; dan/atau |
| |
g. |
Penyampaian informasi melebihi waktu yang diatur dalam Keputusan ini |
| 2. |
Pengajuan keberatan ditujukan kepada Atasan PPID melalui Petugas Informasi oleh Pemohon atau kuasanya. |
| 3. |
Dalam hal keberatan diajukan oleh kuasa, pengajuan keberatan harus disertai surat kuasa khusus dengan dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. |
| 4. |
Pengajuan keberatan dilakukan dalam tenggang waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud pada angka 1. |
| 5. |
Pengajuan keberatan diajukan secara elektronik melalui e-LID atau secara nonelektronik |
| 6. |
Pemohon mengisi formulir keberatan yang disediakan Pengadilan dan Petugas Layanan Informasi memberikan salinannya kepada Pemohon, sebagaimana tercantum dalam lampiran VIII. |
| 7. |
Keberatan secara non-elektronik dilakukan dengan cara: |
| |
a. |
Pemohon datang langsung ke layanan Meja Informasi; atau |
| |
b. |
Pemohon mengisi formulir keberatan dan mengirimkannya melalui surat tercatat kepada Atasan PPID. |
*. Sumber : SK KMA NOMOR 2 - 144/KMA/SK/VIII/2022
Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi Publik dilakukan sesuai dengan skema alur dalam gambar berikut:
