RAPAT LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

RAPAT LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

OLEH TIM RB PENGADILAN  AGAMA JAKARTA TIMUR

 

Jum’at, 24 Maret 2017, bertempat di ruang aula lantai 3, Pengadilan Agama Jakarta Timur menggelar rapat tentang Laporan Monitoring & Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Pengadilan Agama Jakarta Timur. Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Pengadilan Agama Jakarta Timur, Andi Subhi, S.Sos., MM., ini menurutnya mengacu pada:

  1. SK Plt. Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 17/SEK/OT.01.2/01/2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang Persiapan Evaluasi Reformasi Birokrasi atau Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi;
  2. SK Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Republik Indonesia Nomor : B/01/M.RB.06/2017 tanggal 19 Januari 2017 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur Dan Pengawasan;
  3. SK Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 63/SEK/OT.01.2/02/2017. Tanggal 20 Februari 2017, tentang Persiapan Evaluasi Reformasi Birokrasi (PMPRB);

4.      SK Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor :0720/DjA/OT.01.2/02/2017, tanggal 27 Februari 2017 tentang Laporan Evaluasi Reformasi Biroktrasi;

Read more: RAPAT LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

Upacara Kesadaran Nasional 17 Maret 2017

Upacara Kesadaran Nasional 17

 

17 Maret 2017 ini, menjadi apel perdana bagi Wakil Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur, Dr. Ahmad Mujahidin, SH., MH,  yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel pagi ini. Dalam pembinaan pada Hari peringatan kesadaran nasional ini mengambil tajuk “Perubahan Paradigma Lama Menuju Paradigma Baru Yang Lebih Baik”

 

Dalam pembinaannya, Wakil Ketua mengingatkan kepada seluruh aparatur peradilan agar bisa merubah paradigma lama yang telah usang dan bertekad menuju paradigma baru yang lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada publik. Disampaikan olehnya bahwa berjalannya suatu lembaga, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), harus berkhidmat pada empat faktor dalam menunjang keberhasilan dan peningkatan pelayanan, yaitu:

 

Pertama, Knowledge

Bahwa knowledge merupakan jembatan bagi aparatur Pengadilan Agama Jakarta Timur untuk memperoleh manfaat yang maksimal atas pengetahuan demi kepentingan lembaga peradilan ini, dengan demikian para ASN diharapkan akan mampu melakukan tugas dan tanggungjawabnya yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, jangan pernah bermimpi untuk berhenti belajar, melainkan teruslah belajar, menggapai pengetahuan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik.

 

Kedua, Skill

Pengentahuan tidak akan pernah bisa berjalan bila tidak diikuti dengan skill/keterampilan. Keterampilan harus terus diasah karena ia akan terus diperlukan pada masa-masa yang akan datang, dan skill ini mestilah terus ditingkatkan kembali, dengan catatan, harus dengan cara-cara yang jujur dan tidak merekayasa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

 Ketiga, Lingkungan kerja

Ini penting, karena sekalipun memiliki knowledge yang luar bisa, dengan didukung skill yang juga bagus, tapi, kondisi lingkungan kantor tidak mendukung dalam melaksanakan tugas-tugas pada lembaga Pengadilan yang bertugas dalam menerima, memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara, maka menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, perlu diciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

 Keempat, Integritas, Dedikasi, Loyalitas

Integritas bagi seorang ASN pada Pengadilan Agama Jakarta Timur mutlak diperlukan dengan tekad “satu dalam kata dan perbuatan”. Seorang ASN tanpa integritas maka, hari-harinya akan penuh dengan permasalahan yang bisa berujung pada kesalahan dan dosa. Satu kali melakukan perbuatan kebohongan, maka akan melahirkan kebohongan-kebohongan yang lain dan terus menerus. Kareanya mari kita sama-sama sadarkan diri, berniat bertugas karena Allah SWT dengan satukan kata dan perbuatan. Dengan demikian diharapkan hidup menjadi lebih nyaman.   

 

Selain itu, dedikasi yang tinggi melalui rasa memiliki perlu di tumbuhkembangkan lembaga ini, adalah tempat bagi aparatur Pengadilan Agama Jakarta Timur mencari nafkah, dengan itu maka harus bisa menjaga citra dan wibawa lembaga ini.

Lembaga peradilan bukanlah lembaga demokrasi, melainkan sebuah lembaga birokrasi. Dimana strukturnya tidaklah membundar, melainkan mengkrucut. Dalam sebuah musyawarah, bila kemudian tidak ditemukan aturan perundang-undangan yang ada, maka pimpinan pengadilan memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan; dan karenanya pula, kita harus loyal dan memiliki sifat loyalitas terhadap kebijakan yang telah diambilnya.

 

Keempat hal tersebut dalam peringatakan hari kesadaran nasional ini, diharapkan menjadi momen perubahan untuk merubah paradigma yang lama menuju paradigma yang baru yang lebih baik lagi.|Red-Hisni

 

 

Pelantikan Panitera

PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN DAN PELANTIKAN PANITERA BARU

  

Jakarta, 6 Februari 2017, bertempat di Aula Pengadilan Agama berlangsung acara pengambilan sumpah dan pelantikan Panitera baru. Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur, Drs. Moh. Yasya, SH., MH mengambil sumpah dan melantik H. Imanudin Tiflen, SH., MH sebagai Panitera menggantikan H. Ahmad Majid, SH., MH yang yang telah mutasi dan dilantik dalam jabatan yang sama sebagai Panitera Pengadilan Agama Bandung. Turut menyaksikan Wakil Ketua Pengadilan Agama, para Hakim, pejabat struktural dan fungsional serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Jakarta Timur.

Read more: Pelantikan Panitera

Page 7 of 19

PILIH BAHASA

PIMPINAN

AGENDA PIMPINAN

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

SIPP WEB

Online Support

WHISTLEBLOWING SYSTEM